Peran Kaum Muda Mendorong Partisipasi Publik

Peran Kaum Muda Mendorong Partisipasi Publik

oleh : Ahmad Abdul Wahid
–Ketua Forum Pemuda Peduli Salam (FP2S) Magelang–

wahidPemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Kalimat tersebut bukan sekedar pepatah, namun lebih sebagai harapan. Harapan terhadap kaum muda untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin untuk masa mendatang dengan membawa progresivitas (kemajuan) yang lebih baik dari pada hari ini.
Guna menuju masa depan yang lebih baik, yang dicita-citakan tersebut, maka harus dimulai dari sekarang. Mengubah sebuah sistem atau tatanan dalam masyarakat dan Negara bukan-lah sebuah pekerjaan mudah. Perlu perjuangan dan keseriusan dalam memperjuangkannya. Apalagi, masyarakat saat ini lebih cenderung apatis dengan berbagai kebijakan pemerintah yang tidak “mau” berpihak kapada wong cilik, seperti mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.

Untuk menuju partisipasi publik, langkah awal yang adalah mengubah paradigma masyarakat dalam proses pembangunan. Dahulu adalah lebih sebagai objek penderita maka saat ini menjadi objek pelaksana atau subjek. Proses perencanaan pembangunan tersebut dikenal dengan perencanaan pembangunan partisipatif. Proses perencanaan partisipatif dilakukan melalui penyelenggaraan Musrenbang, yang diawali dari level desa hingga kabupaten. Dalam musrenbang tersebut masyarakat tidak sekedar sebagai peserta pasif,namun berperan sebagai peserta aktif yang ikut memberikan masukan dan usulan agar pembangunan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, dengan keterlibatan masyarakat dalam seluruh proses pembangunan maka akan lebih bisa mencegah penyelewengan dan korupsi.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, kaum muda (intelektual muda) di Kabupaten Magelang mulai menggeliat gerakannya. Tak monoton lagi gerakan dan kegiatannya. Jika dahulu hanya selalu “ngurusi” kegiatan level kampung kini mulai masuk ranah kabupaten. Ada banyak kelompok dan organisasi pemuda di Kab. magelang. Ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Nasiyatul Aisyiyah, juga ada kelompok-kelompok yang berupa jaringan seperti Jaringan Muda NU (JARMUNU).

Dahulu mereka hanya berkutat pada masalah-masalah politis dan bisa dikatakan melupakan masyarakat-nya. akan tetapi berbeda dengan dua tahun terakhir. Dengan tampilnya kaum muda dalam memotori gebrakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah yang diinisiasi oleh PATTIRO  Magelang (100% pegiatnya adalah kaum intelektual muda) menjadikan warna tersendiri bagi gerakan kaum muda di Kabupaten Magelang. Kelopmpok-kelompok pemuda mulai sedikit-demi sedikit naik kapasitas intelektualnya dan pengetahuannya. Bahwa ada hak mkita bersama yang telah dikebiri oleh pemerintah selama ini. Serta, telah ada perubahan besar dalam konstelasi ranah perencanaan level nasional sejak adanya UU 25/2005 tentang SPPN. Dan masyarakat belum tahu banyak hal itu. Maka dari itu, dengan keberadaan NGO yang bergerak dalam penganggaran daerah sangat membantu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.